Tips Sukses Lolos Ujian Jalur Mandiri di PTN



RADARKAMPUS.COM, Semarang - Tips Sukses Lolos Ujian Jalur Mandiri di PTN - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2016 telah selesai dilaksanakan. Meskipun demikian masih ada satu jalur ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni melalui Ujian Jalur Mandiri. Jika memang kalian belum cukup yakin dengan hasil SBMPTN 2016 lalu, maka segeralah lakukan pencarian di website-website resmi dari kampus negeri tujuanmu untuk mengetahui jadwal pendaftaran berikut dengan waktu pelaksanaan ujian mandiri tersebut.

Perlu diingat untuk tahun 2016 ini, kuota jalur mandiri ditingkatkan menjadi 30 persen. Jadi, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini. Untuk bisa sukses hadapi tes ujian jalur mandiri masuk PTN yuk simak tipsnya sebagai berikut.

1. Pilihlah Universitas dan Jurusan Secara Bijak
Sebagian besar PTN di Indonesia membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Meskipun demikian perlu diperhatikan juga bahwa jadwal ujian di masing-masing Universitas berbeda-beda. Dalam kesempatan terakhir ini kalian diharapkan bisa lebih bijak dan selektif dalam mendaftarkan diri. Pilihlah universitas dan jurusan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan cocok denganmu. Jangan pernah coba-coba dan memilih sembarangan. Karena semua ini akan menambah peluang untuk dapat lolos seleksi melalui jalur mandiri.

2. Banyak Berlatih Soal
Tidak seperti SBMPTN yang seluruh kampus menggunakan soal-soal yang serupa. Di jalur mandiri setiap kampus memiliki ciri dan gaya soal yang berbeda-beda. Namun jangan risau saat ini banyak penyedia buku yang dibuat khusu dengan ciri khas soal-soal dari masing-masing PTN. Selain perbanyak berlatih soal, jangan lupa pelajari juga sistem penilaiannya. Meskipun demikian pada umumnya soal-soal yang diujikan tidak jauh berbeda dengan soal-soal saat SBMPTN.

3. Tanya Pada Kakak Tingkat yang Sudah Kuliah di Universitas Tujuanmu
Langkah selanjutnya ialah cari tau informasi sebanyak-banyaknya dari kakak tingkat kampus yang kamu tuju. Cari tahu berkaitan dengan kuota, waktu, dan bagaimana kondisi kampus saat nantinya kamu diterima.

4. Persiapkan Segala Kebutuhan Saat Ujian Maksimal H-1
Perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan saat ujian mulai dari alat tulis mapuan kartu ujian wajib disiapkan maksimal H-1 sebelum dilaksanakan ujian. Selain itu, cek tempat dimana kalian nantinya akan melakukan ujian. Hal ini untuk menghindari salah atau telat masuk ruangan. Biasanya, ujian jalur mandiri pasti dilaksanakan di kampus-kampus secara mandiri.

5. Mintalah Doa dan Restu Orang Tua
Bagaimanapun perjuanganmu tidak akan sempurna tanpa doa dan restu orang tuamu. Mintalah restu dan doa pada orang tua maka percayalah kamu akan dimudahkan dalam proses ujian. Selain itu, akan membuatmu lebih percaya diri dengan kemampuanmu dan akan termotivasi dalam mengikuti ujian.

6. Mulailah dengan Mengerjakan Soal-soal yang Mudah Terlebih Dahulu
Saat proses pengerjaan soal-soal mulailah dengan mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Jangan pernah coba-coba mengerjakan soal yang menurutmu sulit karena itu akan menghabis-habiskan waktu saja. 

Lulus SNMPTN Jangan Sampai Keliru dan Manipulasi Data UKT, Ini Akibatnya!



RADARKAMPUS.COM, JakartaLulus SNMPTN Jangan Sampai Keliru dan Manipulasi Data UKT, Ini Akibatnya, Calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mendaftar dan diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diimbau agar berhati-hati dan jangan melakukan kecurangan ataupun memanipulasi data sekecil apapun, dalam pengisian data untuk menentukan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sebagaimana diketahui, metode pembayaran serta golongan pembiayaan UKT itu diberlakukan sesuai dengan Peraturan Mendikbud Nomor 55/2013. Kemudian, setiap perguruan tinggi di Indonesia mengusulkan nominal pembiayaan dan skema pembayarannya. Sehingga, masing-masing perguruan tinggi berbeda-beda. 

Sedangkan dalam penentuan UKT, masing-masing Universitas biasanya menentukan golongan tarif UKT berdasarkan data yang diperoleh dan diinputkan calon mahasiswa baru yang telah diterima baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, serta Jalur Mandiri. kemudian dari data tersebut akan didapatkan langsung golongan yang akan dibayarkan sesuai tarif yang telah ditentukan. Penentuan golongan tersebut berdasarkan hasil pengisian data pada portal pra pendaftaran di masing-masing universitas. Bahkan, bagi mahasiswa yang luput dan tidak mengisi biasanya akan langsung dikenakan pada golongan terakhir, hal ini dikarenakan adanya data yang tidak diterima.

Oleh sebab itu, dalam pengisian data dalam penentuan UKT peserta yang telah lolos SNMPTN pun hendaknya berhati-hati dan cermat dalam mengisi. Hal ini agar nantinya mahasiswa baru dapat membayar biaya UKT sesuai dengan kemampuan ekonomi dan menanggulangi adanya UKT yang tidak tepat sasaran.
Baca juga - Sistem Kerja UKT

Sedangkan, jika calon mahasiswa baru diketahui dengan sengaja melakukan manipulasi data dan kecurangan maka biasanya Perguruan Tinggi tidak segan-segan mencoret dari daftar peserta di Universitas bersangkutan ataupun peserta tersebut dikenakan biaya UKT golongan tertinggi.

Simak, Mata Pelajaran yang Diujikan dalam SBMPTN!

Mata Pelajaran yang Diujikan dalam SBMPTN

RADARKAMPUS.COM, Jakarta – Mata Pelajaran yang Diujikan dalam SBMPTNSeleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sudah masa pendaftaran. Pasca itu peserta yang sudah mendaftar diharuskan untuk menjalani ujian tertulis dan ujian keterampilan. Untuk menjalani itu semua tentu saja peserta harus mulai mempersiapkan diri untuk belajar agar mampu mengerjakan setiap soal dengan baik.

Sehingga perlu kamu pahami juga bahwa SBMPTN tebagi menjadi tiga kategori, mulai dari kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), kelompok Sosial Humaniora (Soshum), dan kelompok campuran. Dari semua kelompok tersebut setidaknya terdapat 12 mata pelajaran yang diujikan pada peserta SBMPTN nantinya yang disesuaikan dengan kategori bidang masing-masing.

Kelompok Saintek untuk Tes Kemampuan Dasar (TKD) meliputi, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Sedangkan, Kelompok Soshum untuk Tes Kemampuan Dasar (TKD) meliputi, Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
Baca juga - Sukses SBMPTN dengan Tips dan Startegi Jitu Ini!
Meskipun demikian, baik yang tergabung dalam kelompok saintek maupun soshum akan sama-sama mengerjakan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dengan mata pelajaran dianatarnya ialah bahasa Indonesia, matematika dasar, serta bahasa Inggris.
Simak juga - Prodi atau Jurusan Favorit SBMPTN

Mahasiswa Baru Ketahuilah Apa Itu SPI!

Mahasiswa Baru Ketahuilah Apa Itu SPI!

RADARKAMPUS.COM, SurabayaMahasiswa Baru Ketahuilah Apa Itu SPI, SPI yang merupakan singkatan Sumbangan Pembangunan Institusi adalah sumbangan yang di berikan oleh wali mahasiswa kepada perguruan tinggi yang bersifat wajib. Besaran ditentukan oleh perguruan tinggi yang sangat bermacam-macam. SPI bukan seperti UKT, karena SPI ini diberikan saat akan masuk ke perguruan tinggi yang sifatnya satu kali saja.

Tujuan dari pengadaan SPI ini adalah untuk mengoptimalkan kinerja perguruan tinggi. Seperti, memperbanyak jumlah penelitian, meningkatkan aktivitas mahasiswa seperti mengikuti perlombaan, pembangunan gedung, serta pemeliharaan fasilitas kampus seperti gedung perkuliahan dan laboratorium.

Tidak semua Perguruan Tinggi Negeri mengadakan SPI, hanya beberapa perguruan tinggi negeri yang sudah berstatus badan hukum. Pengenaan SPI kebanyakan diberlakukan bagi mahasiswa yang masuk melalui jalur mandiri. Tetapi tidak menutup kemungkinan dikenakan juga bagi jalur masuk lain, tinggal aturan masing-masing perguruan tingginya. Untuk beberapa PTN-pun namanya tidak selalu SPI, tetapi sistem kerjanya masih sama.

Di dalam pengenaan SPI, masing-masing fakultas berbeda, bahkan setiap jurusanpun berbeda. Semakin beken jurusan dan semakin memerlukan fasilitas banyak semakin tinggi biaya SPI-nya. Ambil saja kedokteran, bisa sampai 250 juta. (Yolanda/ngopie.com)

Mahasiswa Baru Wajib Ketahui Sistem Kerja UKT!

Mahasiswa Wajib Ketahui Sistem Kerja UKT!


RADARKAMPUS.COM, SemarangMahasiswa Baru Wajib Ketahui Sistem Kerja UKT! Apa itu UKT? Buat kalian para mahasiswa tentu harus mengetahui istilah UKT. UKT merupakan singkatan dari Uang Kuliah Tunggal, yang merupakan sistem pembayaran yang saat ini berlaku pada seluruh PTN sejak tahun 2013. Pemberlakuan UKT sesuai dengan Permendikbud tahun No 55 Tahun 2013 pasal 1 ayat 3, yakni setiap mahasiswa hanya membayar satu komponen saja (bernama UKT). Berikut lebih rinci mengenai apa itu UKT.

Fungsi utama UKT adalah memberikan subsidi silang yang didasarkan pada kemampuan ekonomi dan sosial orang tua atau wali mahasiswa.  Di dalam sistem UKT setiap mahasiswa akan mendapat jatah besaran uang pembayaran yang kemungkinan berbeda dengan mahasiswa lainnya. Sistem UKT membedakan kemampuan keluarga dalam beberapa golongan. Semakin tinggi kemampuan orangtua semakin tinggi golongan yang akan di terima. Semakin rendah kemampuan finansial orangtua semakin rendah pula golongan yang ia terima. Di harapkan sistem ini dapat memberikan kemudahan bagi keluarga yang kurang mampu dalam segi ekonomi.

Dalam ketentuan UKT adalah pembayaran biaya kuliah selama satu semester, dalam artian yang sederhana UKT dibayar setiap semester. Melalui sistem UKT ini pula anda tidak perlu membayar uang pangkal (uang yang dibayarkan sebelum menduduki bangku PTN). Selain itu, penggunaan sistem UKT juga  tidak ada lagi pemungutan biaya untuk gedung, SOP, BOP, SPMA, biaya KKN, wisuda, dll. Jadi pertanyakan kepada Fakultas atau Universitas jikalau suatu saat nanti kalian di bebani tambahan biaya lagi.

Bagaimana cara kerja sistem UKT ? mula-mula anda harus mengisi form secara online dari masing-masing perguruan tinggi yang sudah menerima anda. Mulai dari pendapatan orangtua, aset keluarga, besaran tanggungan, sampai ke hal yang detail seperti tagihan listrik, air, dan pulsa. Setiap perguruan tentu menggunakan sistem dan aturan yang berbeda, alangkah lebih baiknya jikalau anda membuka websait resminya.

Lalu, bagaimana jika penetapan besaran golongan yang dikenakan tetapi tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga. Memang tidak semua penetapan UKT itu sesuai kemampuan ekonomi, beberapa mengalami kesalahan. Tetapi masih ada jalan untuk merperbaikinya kok, yaitu dengan banding UKT. Di dalam banding UKT harus melengkapi beberapa surat penting dan keterangan lain-lainnya, agar pembandingan tersebut bisa diterima. Biasanya banding UKT di fasilitasi BEM KM, badan eksekutif tertinggi di Universitas. Ada kemungkinan melalui banding ini besaran UKT anda akan turun, bisa juga tetap, atau malah naik. Jadi sebelum melakukan banding, harus di perhitungkan matang-matang, apakah golongan UKT sudah sesuai dengan kemampuan keluarga atau tidak.

Eits... Tunggu dulu. Selain UKT ada pula Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI), yang dikenakan oleh perguruan tinggi negeri tertentu. Jangan mengira SPI hanya dikenakan oleh sekolahan saja. Agar lebih mengerti baca juga : Apa itu SPI. (IF/ngopie.com)
Back To Top